Jumat, 22 Maret 2013

mindset

Secercah harapan itu mulai muncul. Terimakasih, Tuhan telah memberiku sedikit saja pencerahan, dan keikhlasan yg selama ini kuperjuangkan. Demi apapun, merelakan dan mengikhlaskan anugerah Mu -sekaligus menjadi hal yg sangat berarti untukku- bukanlah hal yg mudah. Bahkan teramat-sangat-sulit. Tapi sekarang aku sadar. Dari awal memang Kau sudah menegaskan, tidak ada yg abadi di dunia ini. Forever will always be Yours, only Yours.

Banyak sekali pelajaran yg kuambil dari hubunganku yg hanya berjalan 3tahun ini. Belajar untuk lebih bersabar, menjadi lebih dewasa, sekaligus menjadi pribadi yg lebih dekat dengan-Mu. Dia membawaku ke arah yg lebih baik. Dan aku bersyukur, telah Kau beri kesempatan untuk bisa menjaga, menyayangi, dan mengasihi salah satu ciptaan terbaik-Mu. Tidak, aku tidak akan merengek memintanya berada di sampingku lagi. Mungkin memang butuh sedikit waktu agar seseorang menyadari apa yg pernah mereka dapatkan,

Aku sadar, this life is mine and God would perfectly direct me to another way, better, and brighter. Kita tidak seharusnya menggantungkan asa, harapan, dan kebahagiaan hanya kepada seseorang, ataupun sesuatu. Karena ketika seseorang atau sesuatu hilang, asa, harapan, serta kebahagiaanmu akan turut serta hilang. Jangan salahkan keadaan, jangan salahkan Tuhan jika justru dirimu sendirilah yg membuat hidupmu kacau, membuatmu menjauhkan diri dari pelukan-Nya.

Kebahagiaan itu adalah pilihan, bukan keadaan. Dan saat ini, aku sedang memilih untuk bahagia. Kali ini, aku akan bahagia menurut diriku sendiri. Aku tidak ingin lagi menggantukan segalanya kepada seseorang atau bahkan sesuatu yg aku tau, suatu saat pasti akan pergi meninggalkanku. Cinta itu akan datang dengan sendirinya, saat aku mulai lebih mensyukuri apa yg telah aku raih.



Malang, 22 Maret 2013
With love,

Kartika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar